Architext & Muslimah. Superbmother and bright bride wannabe.
@erstiecci
adiarerstimardisiwi.com
  • Kec. Semen, Kab. Kediri

  • headline nya doodvandeliefde.tumblr.com

    (via kurniawangunadi)

  • "Ketika aku mencarimu, aku justru menemukan-Nya"
  • I Believe I Can Fly - R. Kelly

    Saat wisuda kemarin dikagetkan oleh Bapak, disuruh maju untuk menyanyi. Benar-benar sebuah keterpaksaan sebenarnya. Tetapi gapapa deh, menyenangkan hati orangtua juga berpahala. Akhirnya melihat daftar lagu di buku merah itu, lalu memilih lagu I Believe I Can Fly, yang berarti sebenarnya saya ingin terbang dari panggung hahaha. Malu sekali.

    Saya pilih lagu itu karena saya ingin terbang tinggi sekali setelah ini, menuntut ilmu ke negeri orang (aamiin), saya percaya bahwa saya harus bisa pergi ke sana. Lagu ini juga saya rasa liriknya sangat mewakili hidup saya beberapa tahun terakhir. Terima kasih Bapak, sudah memaksa nyanyi walaupun suara anaknya sudah jelas kayak kaleng rombeng.


    Berikut lirik lagu keren dari R. Kelly ini:
    I used to think that I could not go on
    And life was nothing but an awful song
    But now I know the meaning of true love
    I’m leaning on the everlasting arms
    If I can see it, then I can do it
    If I just believe it, there’s nothing to it
    I believe I can fly
    I believe I can touch the sky
    I think about it every night and day
    Spread my wings and fly away
    I believe I can soar
    I see me running through that open door
    I believe I can fly

    See I was on the verge of breaking down
    Sometimes silence can seem so loud
    There are miracles in life I must achieve
    But first I know it starts inside of me, oh
    Hey, cause I believe in me, oh
    Hey, if I just spread my wings
    I can fly
    If I just spread my wings

    September 25 – 7 Notes
    #lyric
    #song
    #i believe i can fly
    #r kelly
  • @ajobendri (via laninalathifa)
  • "Mendidik anak haruslah dengan hati, makanya disebut buah hati. Kalau mendidiknya dengan main tangan, itu anak dianggap buah tangan."
  • Renungan hari ini. Perlakuan yang baik kepada kedua orang tua. Quran Surah Al Isra: 23.

  • DIY postcard by @faridafyudin! Thanks. Cool Indonesia map in colorful pixel art. Follow his blog: pramukata.blogspot.com

  • Pagi-pagi dapat kartu pos balasan dari mbak @rofidaamalia! Perangkonya kece banget… Kartu pos ini bergambar kursi Still Laif buatan Setyo Buwono. Btw, jadi kepikiran untuk membuat kartu pos sendiri, deh. Pasti seru. Seperti yang dilakukan teman saya @faridafyudin :)

  • SPN #1 : Ta’aruf

    kurniawangunadi:

    MUKADIMAH

    Materi ini akan memperkenalkan secara sederhana beberapa hal pra-nikah. Dalam pengaturan Islam, proses pra-nikah juga telah diatur yang disebut dengan proses ta’aruf/perkenalan sebelum lanjut kepada proses khitbah/lamaran :

    • [1] Ta’aruf/perkenalan
    • [2] Khitbah/lamaran
    • [3] Nikah

    Terdapat 2 perkara yang tidak main-main dalam proses pernikahan

    1. Lamaran
    2. Cerai

    Laki-laki tidak boleh bermain-main perkara lamaran, jika ada laki-laki yang datang kepadamu (perempuan) dan bersenda gurau soal lamaran, tinggalkan!

    Kita juga diminta berhati-hati pada syaitan. Syaitan telah bersumpah untuk selalu menggoda manusia tak terkecuali dalam perkara ini. Pada pacaran, syaitan terus menggoda kedua insan tersebut untuk merasa ingin terus bersama, enggan berjauhan satu sama lain, merindu dan memikirkan setiap saat.

    Lupa bahwa pekara tersebut telah mendekati zina, zina secara bahasa artinya merusak. Zina bukan hanya soal farji ( sex ), tapi juga meliputi zina mata , hati, pikiran, kaki, tangan, dan lain-lain.

    Apabila kedua insan ini menikah, syaitan juga telah bersumpah untuk memisahkan orang-orang yang telah menikah. Dengan cara apapun, melalui kecurigaan dan lain-lain. Apabila syaitan tidak mampu memisahkan keduanya, maka ia akan menggoda melalui anak-anaknya. Maka tidak dipungkiri banyak anak-anak yang melawan kepada orang tuanya, membantah. Dan lain-lain.

    Perkara ini menjadi lebih baik apabila sejak awal, kedua insan tersebut melibatkan Allah pada proses pra-nikah dan setelahnya. Bukan justru melibatkan syaitan sebagai pihak ketiga. Dan syaitan terus menggoda melalui hawa nafsu manusia. Semoga kita diselamatkan dari godaan syaitan tersebut.

    ————————————————————————————————-

    TA’ARUF


    Islam menawarkan solusi segala masalah,terutama masalah perkenalan seseorang dengan orang yang lain yang memiliki maksud untuk menikah, meskipun pada akhirnya tidak dilanjutkan ke proses selanjutnya. Islam telah memberikan koridor-koridornya sendiri.

    Ta’aruf jelas berbeda dengan pacaran. Meski ada beberapa orang yang ingin menyamakannya, hal ini tidak akan bisa.
     ”Sesungguhnya perkara halal itu jelas dan perkara haram itupun jelas, dan diantara kedua-duannya tedapat perkara-perkara syuhbat yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang.oleh karena itu, barangsiapa menjaga diri dari perkara syuhbat, ia telah memelihara agama dan kehormatannya ….”
    ( hadist riwayat Muslim)
    Dalam islam, perkara halal dan haram telah jelas, kebenaran itu sudah ada,tinggal manusia ikhlas untuk menerima kebenaran tersebut atau tidak. Atau justru berusaha menolak dengan argumentasi logika yang sebenarnya berasal dari hawa nafsu. Perkara yang jelas tidak boleh/haram tidak akan menjadi halal hanya dikarenakan mengucapkan bismillah atau dengan embel-embel islami.

    PRINSIP PERNIKAHAN

    Pernikahan pada prinsipnya adalah pemindahan amanah, seorang perempuan yang sebelumnya menjadi amanah Allah kepada orang tuanya, seluruh amanah dan tanggung jawab tersebut berpindah kepada suaminya. Perjanjian pemindahan amanah ini sangatlah kuat. Allah menyebutnya sebagai “mitsaqan ghaliza” , perjanjian yang sangat kuat. 

    Kata ini hanya dipakai 3x dalam Al Quran untuk 3 perjanjian terkuat yang pernah ada. 

    1. Allah SWT membuat perjanjian dengan para Nabi Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa (Al Ahzab 33:7)
    2. Allah SWT mengangkat bukit Thur di atas kepala bani Israil dan menyuruh mereka bersumpah setia pada Allah (An Nissa 4:154)
    3. Allah SWT menyatakan hubungan pernikahan (An Nissa 4:21)
    Akad nikah/ijab qabul disejajarkan dengan perjanjian antara Allah dan para nabi, sesuatu yang sangat mulia dan sangat berat. Maka celakalah bagi kita yang menganggap remeh urusan pernikahan ini.
    CITA DAN REALITA
    Pernikahan adalah sebuah realita, sedangkan apa yang sedang kita pikirkan saat ini tentang pernikahan adalah cita-cita. Membayangkan yang indah dan penuh dengan romantisme. Tidak salah, namun kita harus sadar betul bahwa pernikahan pada akhirnya adalah realita dimana didalamnya terdapat hal-hal yang diluar dari cita-cita kita.
    Jika kita memiliki cita-cita dan tidak tercapai, tentu kecewa. Maka dari itu,kita harus mempersiapkan segala sesuatunya. Mengharapkan yang indah-indah saja tentu tidak baik, bahwa pernikahan itu satu paket, kebahagiaan dan kesedihan. Tidak bisa diambil salah satunya. Kebanyakan dari kita hanya membayangkan sesuatu yang menyenangkan, romantis, dan lain-lain. Padahal,ada banyak hal lain yang juga harus menjadi perhatian.
    Sebab itu diperlukan ilmu untuk menghadapi “realita” tersebut agar cita-cita kita bisa terwujudkan dengan baik dan kita tidak kaget seandainya nant kita bertemu dengan hal-hal yang tidak kita pikirkansebelumnya. Ketika kita punya cita-cita / keinginan, kita harus siap kecewa, ilmu itulah digunakan untuk memenejemen kekecewaan tersebut agar tidak sampai merusak sucinya sebuah pernikahan.
    Tentu saja kita harus berilmu sebelum beramal, sebab ilmu adalah pemimpin amalan. Pernikahan bukanlah sekedar mencari kesenangan dan ketenangan, tapi mewujudkan. Sebab ketenangan dan kesenangan itu tidaklah hadir dengan sendirinya, harus diupayakan oleh kedua pasangan. Bekal ilmu sangatlah penting bagi keduanya.
    MODAL UTAMA
    Modal utama ketika hendak menikah adalah taqwa, baik laki-laki mauapun perempuan. Kadang banyak dari masyarakat melupakan modal utama ini, lebih sibuk menyiapkan modal materi baik harta maupun sesuatu yang bendawi. Dengan ketaqwaan,seseorang akan memiliki keteguhan hati dan keyakinan penuh kepada Allah.
    Cinta kepada suaminya tidak ia simpan dalam hati, begitupun sebaliknya. Cintanya kepada harta tidak juga ia simpan di dalam hati. dan lain-lain. Seluruh cintanya ia percayakan kepada Allah. Apabila suatu saat ia harus kehilangan pasangan, harta, dll ditengah mengarungi pernikahan. Keduanya tidak lepas dari tali Allah.
    Taqwa juga dapat diartikan mau dihukumi secara Al Quran dan As Sunah, segala sesuatu disandarkan pada keduanya. Kedua insan tersebut melandaskan perjalanan pernikahan pada pedoman tersebut, segala sesuatu selalu dikembalikan kepada Allah, ridha atau tidakkah Allah kepada perbuatannya.
    PEMIMPIN ADALAH PELAYAN
    Hal ini sudah diterangkan dalam Al Quran, tapi menjadi pertanyaan. Apakah prinsip pemimpin tersebut.
    Suami sebagai pemimpin rumah tangga harus sadar betul bahwa secara prinsip, pemimpin adalah pelayan. Pemimpin tidak dilayani,tapi melayani. Hal ini telah dicontohkan dalam kepemimpinan agung para Khilafah dalam memimpin negara.
    Suami haruslah melayani istri sebaik-baiknya, memastikan istri memiliki rumah tinggal yang layak, pakaian yang layak, makanan yang cukup, jaminan keamanan dan lain-lain. Pelayan yang baik adalah pemimpin yang baik.
    Sayangnya, tidak semua laki-laki yang kelak akan menjadi suami paham betul prinsip dasar kepemimpinan ini. Mereka justru meminta pelayanan dari yang dipimpin. 
    Jangan sekali-kali laki-laki memimpin dengan kekuatan materi/harta, juga jangan terlalu banyak memerintah. Sesungguhnya perintah itu menyulitkan. Jadilah pemimpin yang mengagumkan. Karena menjadi pemimpin yang dipercaya oleh orang yang dipimpin sangatlah sulit. 
    PEREMPUAN DAN KEWAJIBAN

    Dalam pernikahan, perempuan hanya dituntut oleh 3 kewajiban utama
    • Menjaga harta dan kehormatan suami
    • Menyenangkan hati suami
    • Taat
    Logikanya, tidak ada kewajiban bagi istri untuk menyediakan makanan, mencucikan bajunya, dan lain-lain. Pekerjaan rumah tangga tersebut sejatinya adalah pekerjaan suami sebagai salah satu bentuk layanan kepemimpinannya.
    Akan tetapi, kita tidak pula terpisahkan dari kebudayaan timur yang telah membentuk pola. Tidak bisa memungkiri bahwa memasakkan masakan yang lezat untuk suami adalah salah satu hal paling romantis di muka bumi.
    Atau melakukan pekerjaan rumah tangga adalah kesempatan bersenda gurau yang menyenangkan, berbagi pekerjaan rumah.
    Akan tetapi, suami dilarang memerintah apalagi memaksa istri untuk melakukan pekerjaan rumah tangga , apabila pekerjaan tersebut tidak bisa dikerjakan keduanya, maka suami harus meringankan beban istri dengan menyediakan asisten rumah tangga jika mampu.
    Istri cukup melaksanakan 3 kewajiban mendasar tersebut, maka tuntaslah kewajibannya sebagai istri insyaallah solehah.
    TUJUAN PERNIKAHAN
    Dua insan yang melakukan pernikahan harus paham betul apa tujuan pernikahan mereka. Sebab sejatinya perlu diketahui bahwa tujuan berumah tangga adalah khusnul khatimah. Mencapai khusnul khatimah sangatlah sulit, kita tidak pernah tahu apakah kematian kita dalam keadaan tersebut atau tidak. Dengan tujuan tersebut, maka seluruh aktivitas berumah tangga akan berorientasi kepada ibadah. 
    Sering pula kita mendengar tentang Keluarga Samara, tapi sedikit sekali yang paham betul apa itu samara :
    Sakinah
    • ketentraman
    Mawadah
    • kasih sayang yang membangun semangat duniawi , contohnya karena cintanya seorang laki-laki kepada istrinya, dia menjadi begitu bersemangat bekerja mencari nafkah untuk membahagiakan istrinya
    Warahmah
    • kasih sayang yang membangun semangat ibadah, contohnya adalah saling membangunkan tengah malam untuk shalat malam
    ————————————————————————————————
    Menikah bukanlah perkara sehari seminggu seperti Ujian Nasional, menikah adalah perkara dunia dan akhirat. Sebab itu diperlukan ilmu yang matang dan kesiapan yang kukuh. Sebab perjanjian yang sangat kuat ini juga diikuti oleh tanggungjawab dan resiko yang sangat berat.
    Membahas masalah seperti ini tentu saja bukan perkara “galau” seperti yang banyak remaja olokkan pada temannya. Bangunlah sifat saling mendukung untuk mencari ilmunya kemudian membaginya. InsyaAllah, apa yang kita semua citakan tentang pernikahan akan lebih tertata dengan baik.
    Bukan sekedar perkara romantis saja yang dibayangkan, namun siapkan diri kita pula untuk perkara-perkara yang tidak pernah terpikirkan.
    Sampai jumpa pada materi minggu depan, semoga bermanfaat :)
    ——————————————————————————————————-
    Tulisan seputar ringkasan SPN bisa dicari melalui link berikut : SPN Masjid Salman
    Ringkasan dibuat oleh penulis berdasarkan catatan, apabila ada kesalahan mohon untuk segera diingatkan :)
  • seseorang yang mencintai ingin selalu memberikan surga kepada orang yang dicintai. Tentu saja surga dalam arti sebenarnya, bahwa cita keduanya adalah kehidupan setelah mati.

    Ini tidak bisa diberikan oleh cinta-cinta yang rendah, seperti pada pasangan yang tidak sah, atau ikatan di luar pernikahan. Sebab nerakalah yang ia berikan, bukan lagi surga.

    (via kurniawangunadi)

  • "Cinta sejati adalah cinta yang didalamnya memberikan surga"
  • SPN #7 : Manajemen Keuangan Rumah Tangga

    kurniawangunadi:

    Bismillah Ar Rahman Ar Rahim

    Pada pertemuan ke-7 ( 7 April 2013 ) ini akan dibahas mengenai Manajemen Keuangan, bagaimana cara mengelola perekonomian keluarga agar tercipta kehidupan rumah tangga yang stabil dan harmonis. Ibarat sebuah negara, keluarga adalah miniatur sebuah negara dimana didalamnya terdapat RAPBN yang akan dijalankan oleh negara tersebut. Strategi dan aneka langkah taktis digunakan untuk membuat neraca nya jangan sampai defisit.

    Dalam mengawali kehidupan rumah tangga, kita sering mendengar pasangan didoakan untuk menjadi keluarga yang sakinah-mawadah-warrahmah, dalam bahasa yang lebih sederhana ketiga hal tersebut adalah “hayatan thayyiban" ( kehidupan yang baik ).

    Seperti apakah kehidupan yang baik itu ?

    Dalam masyarakat saat ini, kehidupan yang baik dapat diindikatorkan pada religius-sosial-materi-kesehatan, keempat hal tersebut seimbang. Tidak berat salah satu atau kurang salah satu.

    Contoh, kita rajin beribadah namun tidak bersosial dengan masyarakat disekitar kita, itu tentu tidak baik. Jika ingat sebuah cerpen dari A.A Navis - Robohnya Surau Kami, cerita disana dapat menjadi gambaran hubungan dengan Allah juga harus diimbangi dengan hubungan kepada sesama manusia.

    MATERI

    Materi tidak melulu berkaitan dengan uang, dalam pernikahan, untuk mencapai beberapa keinginan/kebutuhan selalu dibutuhkan adanya materi. Suami diwajibkan mencari nafkah dan menafkahi secara layak keluarganya.

    Hidup adalah proses perjalanan, dimana setiap perjalanan selalu ada tujuan. Pernikahan adalah proses perjalanan, dalam kehidupan rumah tangga akan selalu diwarnai dengan cita-cita dan keinginan. Keinginan memiliki rumah, keinginan memiliki kendaraan yang layak, pakaian yang bagus, pendidikan yang paling baik untuk anak-anak, berlibur, dan aneka keinginan lain yang mau tidak mau membutuhkan materi yang cukup banyak.

    Perlu adanya kesepahaman dan kesepatakan antara suami dan istri dalam mengatur perekonomian keluarga, hal ini harus dilakukan agar cita-keinginan tersebut dapat diwujudkan bersama-sama.

    Suami bekerja mencari nafkah adalah salah satu bentuk kecintaannya kepada istri-anak nya, rasa cinta yang mendorongnya terus bekerja keras demi mewujudkan kebahagian dan rasa nyaman dalam kehidupan rumah tangganya, memenuhi segala kebutuhannya.

    Istri dalam banyak fakta adalah pengatur keungan rumah tangga yang dominan, peranan perempuan dalam rumah tangga untuk menjaga kestabilan ekonomi sangat besar. Perempuan disifati dengan sifat cermat, tidak seperti laki-laki yang cenderung ceroboh-tidak teliti. 

    PENGATURAN PEMASUKAN

    Pendapatan baik berupa uang atau wujud lain harus dipastikan bahwa uang tersebut tidak hanya halal, namun juga baik. 

    Harta suami adalah milik istri, namun harta istri tetaplah milik istri dimana laki-laki tidak boleh menggunakan tanpa seijin istrinnya. Pemasukan yang didapatkan harus diantur cash flow nya agar terencana dengan cermat setiap pengeluaran yang dilakukan dan memastikan pemasukan berasal dari sumber yang jelas. Hal ini untuk menghindari kita dari penggunaan harta yang sia-sia.

    Kita harus paham bahwa rejeki itu berasal dari Allah, segala hal yang kita miliki adalah titipan. Jadikanlah harta yang kita miliki ini digunakan untuk mencapai tujuan yang diridhai Allah.

    Bagaimana cara kita mengoptimalkan harta yang kita miliki di jalan Allah inilah yang akan menjadi bahasan tersendiri. Dalam kehidupan disaat ini, banyak sekali godaan untuk menggunakan harta tersebut secara sia-sia. Gaya hidup konsumtif dan hedonisme telah menjarah pemahaman kita bahwa harta kita ini sejatinya didalamnya ada hak-hak lain yang harus kita tunaikan. Didalamnya ada hak anak yatim, ada hak Allah pula yang terkandung. 

    Masalah pendapatan ini sangat rahasia, jika suami seorang pegawai dengan gaji tetap, ada titik terang yang pasti bahwa ada sekiah rupiah yang masuk, namun tetap saja pengaturan Allah tentang rejeki ini sangatlah rahasia. Bahwa setiap makhluk telah dijamin rejekinya melalui berbagai jalan yang tidak terduga. 

    Kadang pemasukan pun datang dari sumber yang tidak terduga sama sekali,  bentuk yang diperoleh pun tidak sekedar uang, bisa jadi bingkisan kue dari rekan, kado dari tetangga, atau sekedar ajakan makan siang gratis atau bahkan menang kuis berhadiah.

    PEMBELANJAAN HARTA

    Dalam membelanjakan harta, suami dan istri harus memiliki kesepakatan dan pemahaman yang sama, bahwa harta adalah titipan, didalamnya terkandung hak-hak lain yang harus ditunaikan, diantaranya hak Allah dan hak orang lain.

    Untuk lebih jelasnya, perhatikan diagram dan uraian dibawah :

    image


    PEMASUKAN

    Dalam uraian mengenai pemasukan diatas, telah dipahami bahwa pemasukan haruslah halal dan baik ( halalan thayiban ). Suami khususnya sebagai orang yang wajib menafkahi keluarga harus selektif dalam mencari nafkah, sumber harus halal, caranya juga harus halal. Yang halal pun tidak selamanya baik. Menafkahi keluarga haruslah dari harta yang halal dan baik. 

    Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan …. ( QS. 2:168 )

    Istri juga harus mengingatkan suami mengenai harta yang masuk, jangan sampai keluarga diberi makan dari sumber yang haram. Harus ada filter halal-haram yang kuat pada diri suami dan istri. Agar dalam keadaan terdesak tidak menggunakan cara haram untuk memenuhi keinginan hawa nafsunya.

    PENGELUARAN

    Pada urian pengeluaran, kami sajikan urutan prioritas pengeluaran yang harus dipahami dengan benar oleh kita.

    PRIORITAS 1 : HAK ALLAH

    Dari pemasukan yang kita peroleh, pengeluaran pertama yang harus kita keluarkan adalah Hak Allah. Hak ini berupa ZIS ( Zakat, Infaq, Sedekah ). Ambilah sebagian dari harta tersebut pertama-tama untuk hak Allah. Hal pertama ini harus disepakati oleh suami-istri sejak awal, jika tidak bisa menjadi masalah, dimana salah satu lebih mengutamakan kepentingan keinginan terlebih dulu daripada menunaikan hak Allah ini.

    Harta adalah titipan, didalamnya Allah menitipkan haknya pula. Membelanjakan harta dijalan Allah akan lebih banyak manfaat dan pahalanya.

    Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. ( QS. 2:261)

    PRIORITAS 2 : HAK ORANG LAIN

    Hak orang lain meliputi hutang (apabila memiliki hutang) harus dibayar lebih dulu, gaji asisten rumah tangga/PRT, dan orang lain yang memang harus kita “bayar” dengan harta kita. Bayarkanlah dulu hak mereka.

    PRIORITAS 3 : HAK MASA SEKARANG

    Barulah setelah 2 hak prioritas sebelumnya telah ditunaikan, prioritas ketiga ini adalah hak saat ini, yakni memenuhi kebutuhan rumah tangga, membeli ini itu untuk keberlangsungan kehidupan rumah tangga. Membayar tagihan rumah, biaya pendidikan, ongkos bensin, dan lain-lain. Belanjakanlah harta sesuai dengan kebutuhan. Hindari sifat konsumtif, membeli barang-barang yang tidak diperlukan hanya karena keinginan dan hawa nafsu.

    Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) ditengah-tengah antara yang demikian. (Q.S. 25:67)

    PRIORITAS 4 : HAK MASA DEPAN

    Hak ini paling akhir, apabila ada kelebihan harta setelah kita memenuhi 3 hak sebelumnya, waktunya harta tersebut ditabungkan untuk perancangan masa depan, dapat pula diinvestasikan dalam bentuk lain seperti sawah, ternak, asuransi syariah, dan lain-lain. Masa depan memang perlu dipesiapkan dan diantisipasi. 

    Harta yang berlebih itu bisa digunakan untuk cadangan dan jaga-jaga dimasa mendatang.

    Demikianlah pembahasan sederhana mengenai pengaturan keuangan dalam rumah tangga, pembahasan diatas dibuat secara garis besar. Sebab pada faktanya, perekonomian masing-masing keluarga berbeda-beda. Tingkat ekonomi yang berbeda-beda, akan tetapi pada dasarnya, pelaksanaannya sama.

    Ingatlah bahwa harta adalah titipan, padanya disematkan pula tanggungjawab yang harus kita tunaikan. Sebagai seorang muslim, kita harus menggunakan segala pemberian Allah  ini seoptimal mungkin untuk mencapai kehidupan yang baik. Mencapai tujuan kita tanpa harus melanggar larangan Allah. 

    ——————————————————————————————————————

    Sekian uraian singkat materia SPN #7, seluruh tulisan mengenai SPN dapat disimak melalui tautan berikut : SPN Salman ITB

    Penulis menerima masukan, kritik, dan diskusi untuk menyebarluaskan setiap huruf ilmu.

    Jzk

  • dokterfina:

    Day 263 : noted! Thankyou my new family neuron ❤💝 loveeee yaaaaa - #finaslife with Dyah Ganis, eyak, milsi, and yola – View on Path.

    (via andinavika)

  • @andinavika (via andinavika)
  • "Tidak semua orang berani mengemban sebuah tanggung jawab. Apalagi tanggung jawab ketika memutuskan untuk menikah. Orang yang kita anggap sudah pantas, layak, dewasa dari segi apapun kadang tak berani memutuskan dan mengemban tanggung jawab ini. Bukan soal sudah pantas, sudah dewasa, sudah layak sudah ini sudah itu tapi soal berani bertanggung jawab atas keputusan yang diambil dan membuktikan dengan sebaik-baiknya"
  • achmadlutfi:

    Alhamdulillah qoute saya ada yang buat seperti ini. :)

    (Source: rifkihidayat)