1. Seandainya Kamu Jodohku

    karenapuisiituindah:

    Manusia suka berandai-andai
    Tentang banyak hal
    Tentang terkabulnya mimpi-mimpi yang besar
    Tentang tujuan yang nantinya akan tercapai
    Dan
    Tentang harapan

    Aku membuat tulisan ini tidak sambil minum dan mabuk, Tuan
    Aku sadar
    Sesadar ketika aku berharap bahwa pengandaian ini nyata

    Reblogged from: karenapuisiituindah
  2. Dalam rindu yang tak berkesudahan, doa-doaku sering bermalam.
    @TiaSetiawati (via karenapuisiituindah)
    Reblogged from: karenapuisiituindah
  3. pernikahan memang menyatukan dua orang yang berbeda, bukan menyatukan yang serupa’. Dan memang pada kenyataannya demikian. Bila mencari yang sama, kita pasti sudah menikahi diri kita sendiri, kan? :))

    Namun memang untuk memutuskan hidup bersama dengan seseorang ada perbedaan-perbedaan yang harus dilihat lebih jauh; perbedaan yang terlalu akan menimbulkan banyak masalah dan tidak bisa kalian cari solusi/jalan tengahnya.
    Bila sanggup hidup dengan perbedaan-perbedaan ini, lanjutkan. Bila tidak, lepaskan dengan besar hati.

    karenapuisiituindah

    (via kanteh)

    Reblogged from: karenapuisiituindah
  4. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ini merupakan tulisan terakhir saya di bulan Ramadan. Terima kasih sudah membaca Renungan Ramadan dari #1 sampai dengan #15 selama ini. Semoga menginspirasi :)

    Semoga bertemu lagi di tahun berikutnya, wahai Ramadan. Semoga kita termasuk orang-orang yang benar-benar merindukan Ramadan, dan dapat meraih kemenangan yang sesungguhnya. Aamiin.


    Selamat malam, Malam.

    Hai, Malam… Izinkan aku menikmati kesendirian.

    Aku ingin berkata banyak hal kepadamu. Saat orang-orang sedang tidur dengan nyenyaknya… atau malah sedang meramaikan rumah Tuhan, ya?

    Hai, Malam… Aku hanyalah pungguk yang pura-pura merindukan bulan. Aku hanyalah orang yang pura-pura merindukan Ramadan. Nyatanya, tak banyak perubahan yang kulakukan hingga hari ini. Hingga hari dimana kau akan pergi.

    Kitab suci masih tergeletak rapi di meja ruang tamu. Di awal Ramadan aku berjanji, akan membaca kitab suci setiap hari. Namun apa daya, setan yang telah dibelenggu katanya, ternyata tetap membisikiku supaya aku tak membacanya, bahkan menyentuhnya.

    Rumah Tuhan yang katanya akan kukunjungi setiap hari, untuk menyembah Tuhanku, nyatanya hanya menjadi salah satu bualanku. Aku lebih mementingkan acara-acara dengan teman-temanku, daripada mengunjungi rumah Tuhanku.

    Buku-buku bernuansa religi yang katanya akan kubaca lebih sering dibandingkan hari biasa, nyatanya tergeletak dengan rapinya di ruang baca.

    Frekuensi menyebut nama Tuhan yang kujanjikan akan lebih banyak pula, nyatanya hanyalah janji palsuku saja. Aku lebih sering membicarakan gosip terpanas di jagad hiburan, membicarakan orang lain, membicarakan aib-aib yang sebenarnya aku sudah tahu tak harus aku bicarakan.

    Di hari-hari terakhir kita berjumpa ini, maukah kau mendengarkan penyesalanku, Malam?

    Aku benar-benar menyesal…. Untuk kesekian kalinya. Mengapa tak kumanfaatkan waktu dengan baik. Mengapa tak kuseriusi beribadah di bulan baik.

    Akankah kita bertemu lagi di putaran selanjutnya, hai Ramadan? Ah, aku malu, bahkan hanya untuk sekedar bertanya seperti itu. Maafkan aku, Tuhan.

    Selamat malam, Malam. Terima kasih telah bersedia mendengarkan.

    Malam ini, aku akan menyendiri dan berdialog dengan Tuhanku, memohon supaya dipertemukan dengannya lagi… ya, dengannya, dengan Ramadan yang pura-pura aku rindukan. Kuharap Tuhanku mengampuniku, yang baru menyesal ketika lebaran sudah di ambang pintu.

    Surabaya, 23 Juli 2014.

    image source: http://www.superbwallpapers.com/photography/rainy-night-20737/

  5. MilkMe :)

    MilkMe :)

  6. Mengenal lebih dekat TU Delft. Kalau jodoh, ga akan kemana.

    Mengenal lebih dekat TU Delft. Kalau jodoh, ga akan kemana.

  7. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dalam rangka bulan Ramadan dan program memaksa diri untuk menulis setiap hari, maka saya berusaha menulis ulang dengan bahasa saya sendiri, tulisan dari hasil apa yang saya baca. Saya beri judul RR, singkatan dari Renungan Ramadan. Semoga menginspirasi :)


    Suatu hari, aku merasa sangat bahagia berada di sampingmu. Hari di mana aku tahu aku telah menemukan belahan jiwa, belahan jiwa selain pasangan hidup.

    Ya, itu kamu, Sahabat. Kita dipertemukan Tuhan melalui caraNya yang indah. Saat bulan Ramadan itu, kita membaca kitabNya bersama, dan entah bagaimana ceritanya setelah itu kita menemukan kesamaan-kesamaan setiap harinya.

    Gayung bersambut, aku dan kamu semakin hari semakin akrab. Aku dan kamu tak hanya berbagi di kala senang, namun berbagi di kala hati sedang petang.

    Ya, begitulah. Sahabat adalah ia yang rela diajak curhat ketika pikiranmu sedang penat. Sahabat adalah ia yang menghampiri dan menemani di saat tidak ada lagi orang yang peduli. Sahabat adalah ia yang ikhlas waktunya diambil untuk konsultasi gratis saat hatimu menangis.

    Sahabat yang baik adalah yang setiap gerak-geriknya mengingatkan kita kepadaNya.

    Teman baik akan mengingatkan kita saat alpa dan senantiasa siap membantu. Nabi Muhammad Saw mengingatkan: “Jika Allah menghendaki kebaikan kepada hamba-Nya, Dia berikan kepadanya sahabat yang baik, jika alpa, ia mengingatkannya, jika ingat ia membantunya.” (Biharul Anwar).

    “Apabila dua orang laki-laki saling mencintai dan mengasihi di jalan Allah, yang satu berada di timur, sedangkan yang satu lagi berada di barat, maka Allah SWT akan mengumpulkan keduanya di hari kiamat dan berkata, “Inilah orang yang telah engkau cintai di jalan-Ku.” (HR. Ibnu Asakir dari Ibnu Abbas).

    Imam Al Ghozali berkata, “Bersahabat dan bergaul dengan orang-orang yang pelit, akan mengakibatkan kita tertular pelitnya. Sedangkan bersahabat dengan orang yang zuhud, membuat kita juga ikut zuhud dalam masalah dunia karena memang asalnya seseorang akan mencontoh teman dekatnya.” (Tuhfatul Ahwadzi, 7/42)

    “Seseorang itu tergantung pada agama sahabatnya, maka perhatikanlah salah seorang dari kamu kepada siapa dia bersahabat.” (HR. Abu Daud)

    “Teman yang paling baik adalah apabila kamu melihat wajahnya, kamu teringat akan Allah, mendengar kata-katanya menambahkan ilmu agama, melihat gerak-geriknya teringat mati. Sebaik-baik sahabat di sisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap temannya dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap tetangganya.” (HR. Hakim)

    Pergaulan mempengaruhi didikan otak. Oleh itu, untuk kebersihan jiwa, hendaklah bergaul (berteman) dengan oarang-orang beradab dan berbudi mulia yang dapat kita kutip manfaatnya. (HAMKA)

    Nabi Sulaiman a.s. mengingatkan: “Janganlah kamu menilai orang sampai kamu melihat siapa sahabatnya. Orang hanya diketahui melalui kelompoknya dan sahabat-sahabatnya” (Al-Bihar) Maka tidaklah berlebihan jika ada sebuah frase “Malaikat Tanpa Sayap” Aku yakin selain untuk kedua orangtua kita, frase itu tepat disematkan untukmu, Sahabat.

    “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS Az-Zukhruf : 67)

    Semoga kita tidak menjadi musuh, melainkan selalu menjadi sahabat di dunia dan di akhirat.

    Berbahagialah wahai kamu yang dikaruniaiNya sahabat. Rawat ia baik-baik. Senangkanlah selalu hatinya. Semoga nantinya Surga menjadi balasan atas kebaikan-kebaikanmu selama ini, Sahabatku. Aamiin.

    “Di sekitar Arsy-Nya ada menara-menara dari cahaya, di dalamnya ada orang-orang yang pakaiannya dari cahaya, wajah-wajah mereka pun bercahaya. Mereka bukan para nabi dan syuhada, hingga para nabi dan syuhada pun iri kepada mereka.” Ketika para sahabat bertanya, Rasulullah menjawab, ‘Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, saling bersahabat karena Allah, dan saling berkunjung karena Allah’.” (HR. Tirmidzi).

    Di hari ke 21 Ramadhan.

    Surabaya, 19 Juli 2014

    image source: http://fc05.deviantart.net/fs45/i/2009/107/6/0/Hand_in_hand_by_yeekeru10.jpg

  8. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dalam rangka bulan Ramadan dan program memaksa diri untuk menulis setiap hari, maka saya berusaha menulis ulang dengan bahasa saya sendiri, tulisan dari hasil apa yang saya baca. Saya beri judul RR, singkatan dari Renungan Ramadan. Semoga menginspirasi :)


    Sakit, lalu menjerit, itu saja yang bisa kau lakukan?

    Tidakkah kau tahu, bahwa segala sakitmu itu, adalah pengampunan dosa-dosamu?

    Bangkitlah kawan. Jangan menjerit dalam sakitmu.

    Bersyukurlah, Sesakit apapun dirimu saat ini, kau akan semakin kuat esok hari.

    ”..dan apabila aku sakit, Dia-lah yang menyembuhkanku”. [QS. Asy-Syu’ara’: 80].

    “Tidaklah seorang muslim ditimpa gangguan berupa sakit atau lainnya, melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5661 dan Muslim no. 6511).

    Sungguh mengagumkan perkara seorang mukmin. Sungguh seluruh perkaranya adalah kebaikan. Yang demikian itu tidaklah dimiliki oleh seorangpun kecuali seorang mukmin. Jika ia mendapatkan kelapangan, ia bersyukur, maka yang demikian itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa kesusahan, ia bersabar, maka yang demikian itu baik baginya.” (HR. Muslim no. 2999).

    ”Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan akan menurunkan pula obat untuk penyakit tersebut” (HR. Bukhori).

    “Jika sakit seorang hamba hingga tiga hari, maka keluar dari dosa-dosanya sebagaimana keadaannya ketika baru lahir dari kandungan ibunya,” (HR Ath-Thabarani).

    Surabaya, 13 Juli 2014. image source: lagnajitsvoice.blogspot.com

  9. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dalam rangka bulan Ramadan dan program memaksa diri untuk menulis setiap hari, maka saya berusaha menulis ulang dengan bahasa saya sendiri, tulisan dari hasil apa yang saya baca. Saya beri judul RR, singkatan dari Renungan Ramadan. Semoga menginspirasi :)


    Aku perempuan, kamu laki-laki. Konon katanya kita berasal dari dua planet yang berbeda. Aku dari Venus, dan kamu dari Mars.

    Kita memang berbeda. Kita diciptakan berlainan agar dapat menyeimbangkan dunia. Aku lebih sering bermain dengan perasaan, dan kamu lebih sering bermain dengan logika. Aku lebih produktif mengeluarkan kata, sedangkan kamu lebih susah mengeluarkannya.

    Tak hanya itu, aku pun katanya kekurangan agama, karena selalu ada masa dimana si bulan itu datang, yang membuatku tak bisa terus-terusan shalat sepertimu, wahai makhluk Mars.

    Dalam hadits yang muttafaqun ‘alaih disebutkan, “Aku tidak pernah melihat orang yang kurang akal dan agamanya paling bisa mengalahkan akal lelaki yang kokoh daripada salah seorang kalian (kaum wanita).” Maka ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, apa maksudnya kurang akalnya wanita?” Beliau menjawab, “Bukankah persaksian dua orang wanita sama dengan persaksian seorang lelaki?” Ditanyakan lagi, “Ya Rasulullah, apa maksudnya wanita kurang agamanya?” “Bukankah bila si wanita haid ia tidak shalat dan tidak pula puasa?”, jawab beliau. (HR. Bukhari no. 1462 dan Muslim no. 79)

    Tuhan telah adil dalam menciptakan keseimbangan di dunia ini. Bagaimana jika di dunia ini berisi laki-laki seluruhnya? Bagaimana jika di dunia ini berisi perempuan seluruhnya? Tentu sangat membosankan.

    Sesungguhnya perempuan dan laki-laki adalah pasangan, bukanlah lawan. Tidak ada yang lebih tinggi derajatnya daripada yang lain karena jenis kelamin, Yang membedakan derajat kita adalah ketaqwaan masing-masing kepadaNya.

    Sedikit pesanku untuk para perempuan di seluruh dunia… Kalau kamu perempuan, memakai bajulah seperti perempuan. Kalau kamu perempuan, bertingkah lakulah sebagai perempuan.

    Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki” (HR. Bukhari no. 5885).

    Kalau kamu perempuan, carilah laki-laki, jangan cari perempuan. Kalau kamu perempuan, berarti kamu cantik, orang yang berkata kalau kamu jelek adalah gila. Kalau kamu perempuan, seharusnya kamu kuat. Kalau kamu perempuan, seharusnya kamu bersyukur kepada Allah. Kalau kamu perempuan, seharusnya kamu bahagia.

    Dan kalau kamu laki-laki, lindungi dan berlemah lembutlah terhadap perempuan.

    Dari Abu Hurairah R.A berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Berpesan baiklah terhadap para wanita, karena wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, dan tulang rusuk yang paling bengkok ialah yang paling atas,. Jika engkau paksa meluruskannya dengan kekerasan akan patah dan jika engkau membiarkannya pasti akan tetap bengkok, oleh karenanya berpesan baiklah terhadap para wanita”. (Hadits Sahih Riwayat Bukhari dan Muslim).

    Kamu tak perlu menyesal dilahirkan sebagai laki-laki. Begitu pula aku, tak perlu menyesal dilahirkan sebagai perempuan.

    Dulu, aku pernah menyesal terlahir sebagai perempuan, dan ingin dilahirkan lagi sebagai laki-laki. Sekarang, saat aku mengingatnya, aku menyesal karena pernah menyesalinya.

    “Wahai seluruh manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (terdiri) dai lelaki dan perempuan dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu adalah yang paling bertakwa.” (QS al-Hujurât [49]: 13).

    Rasulullah juga bersabda: “Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling baik diantara kalian ialah yang paling baik terhadap istrinya.” (HR.Tirmidzi, Ibnu Hibban, hadits hasan shahih)

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci.” (HR. An Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih) “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (Ar Rum : 21).

    “Kaum laki laki itu adalah pemimpin pemimpin bagi kaum wanita karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki laki) atas sebagian yang lain (waniat) dan karena mereka (laki laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (Qs.An Nisa’: 34)

    Surabaya, 13 Juli 2014

    image source: http://millionairecorner.com/LibRepository/Mars%20Vs.%20Venus%20Thumbnail_8.png

  10. these-teen-quotes:

Good Vibes HERE
    Reblogged from: these-teen-quotes
  11. Reblogged from: karenapuisiituindah
  12. Jarak jauh tak mengapa, bila hati kita dijaga untuk tetap dekat. Saya percaya, jodoh tidak akan tertukar apalagi sampai ke mana-mana.
    Tia Setiawati Priatna (via karenapuisiituindah)

    Aamiin

    Reblogged from: karenapuisiituindah
  13. Cinta ternyata memang mampu meramaikan sepi. Hatiku, terus-menerus memanggil namamu.
    Tia Setiawati Priatna (via karenapuisiituindah)
    Reblogged from: karenapuisiituindah
  14. Tentang berkomitmen dengan seseorang : jangan diterima bila tidak yakin, dan jangan dilepaskan bila sudah yakin.

    Sesederhana itu seharusnya.

    - Tia Setiawati Priatna

    (via karenapuisiituindah)
    Reblogged from: karenapuisiituindah
  15. Mencintai dengan cara yang benar memang lebih sulit dilakukan daripada menerima cinta dari orang yang salah.
    Tia Setiawati Priatna (via karenapuisiituindah)
    Reblogged from: karenapuisiituindah
Next

ECCentric

Paper theme built by Thomas